Langsung ke konten utama

Tugas 2.1 Peran Pemuda dalam Pembangunan di Indonesia

Peran Pemuda dalam Pembangunan di Indonesia


Di tengah eforia globalisasi, bangsa Indonesia menempatkan (placemented) globalisasi sebagai sunatullah (the rule of law) yang tidak terelakkan dari proses pembangunan nasional. Sehingga permasalahan yang paling prinsipil adalah bagaimana bangsa Indonesia mampu memanpaatkan globalisasi dalam rangka mencapai tujuan nasional.
Sealur dengan pemahaman global di atas, pemeliharaan dan peningkatan momentum pembangunan merupakan tuntutan yang tidak bisa dielakkan. Globalisasi yang semakin meningkat intensitasnya dewasa ini mengakibatkan persaingan diantara negara-negara semakin keras dan ketat. Sudah menjadi kesepakatan umum bahwa hanya negara-negara yang mempunyai keunggulan-keunggulan (excellences) yang bisa bertahan dalam persaingan global tersebut.
Dilihat dari tuntutan internal dan eksternal global di atas, maka diantara keunggulan-keunggulan yang mutlak dimiliki bangsa Indonesia adalah penguasaan sains-teknologi, dan keunggulan sumber daya manusia. Kemajuan dan penguasaan terhadap sains-teknologi mendorong percepatan transformasi masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan, yang di Indonseia dikenal dengan istilah pembangunan.
Proses  pembangunan bangsa Indonesia diarahkan kepada terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya yakni makmur, sejahtera lahir bathin, mental dan spiritual. Oleh karena itu secara operasional proses pembangunan nasional diarahkan pada bidang-bidang yang dapat menciptakan kemakmuran, kesejahteraan lahir dan bathin, seperti bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, agama, sosial politik dan lain-lain.
Ketika mendengar istilah pemuda dengan mudah orang bisa membayangkan dan mendefinisikannya, ada yang mempersepsi bahwa pemuda adalah komunitas penduduk yang berusia antara rentang 17 sampai 40 tahun, yang lain mempersepsi bahwa pemuda adalah komunitas penduduk yang mempunyai pikiran-pikiran muda seperti kreatif, inovatif dan desduktrif.
Ketika orang mendefinisikan pemuda adalah komunitas penduduk yang mempunyai usia 17 sampai 40 tahun, kita menilai begitu dominannya pada sisi jumlah rentang usia tersebut mewarnai kategori usia produktif. Di negara kita batasan usia produktif adalah 17 sampai 60 tahun, hampir bisa disimpulkan bahwa lebih dari setengah usia produktif berada pada rentang usia pemuda. Dominasi jumlah tersebut bergerak lurus dengan cepat atau lambatnya laju pembangunan, artinya apabila pemuda mengoptimalkan peran dalam pembangunan, maka laju pembangunan akan cepat, begitu juga sebaliknya.
Para ahli berbeda pendapat dalam mengungkap peran pemuda dalam pembangunan, perbedaan itu setidaknya terjadi pada pengungkapan istilah dan jumlah item dari peran-peran itu. Dalam hal ini Saya berpendapat setidaknya ada lima peran pemuda dalam pembangunan adalah sebagai berikut :
Satu, Pemuda sebagai Dinamisator Pembangunan
Dinamisator dalam bahasa sederhananya adalah penggerak. Satu hal lagi yang harus kita ingat bahwa pemuda itu diartikan juga komunitas penduduk yang mempunyai pikiran-pikiran muda seperti kreatif, inovatif dan desduktrif.  Karena mempunyai pikiran-pikiran muda seperti itu, maka pemuda akan senantiasa mempunyai kemauan dan kemampuan. Ketika kemauan dan kemampuan itu bersatu maka pemuda akan menjadi penggerak.
Dua, Pemuda sebagai Katalisator Pembangunan
Perencanaan dan pelaksanaan pembangunan terkadang masih ada gap (jarak). Gap ini bisa terjadi dalam wujud ketidaksesuaian antara perencanaan dengan pelaksanaan, bisa juga dalam bentuk begitu lamanya jarak waktu antara perencanaan dan pelaksanaan. Dalam kontek gap seperti di atas, pemuda dengan jiwanya yang selalu kreatif, kreatif, dan desduktrif bisa menempatkan diri sebagaikatalisator (penghubung yang mempercepat) kesesuaian perencanaan dan pelaksanaan serta ketepatan waktu antara perencanaan dan pelaksanaan.
Tiga, Pemuda sebagai Motivator Pembangunan
Pembangunan merupakan tanggung jawab semua elemen masyarakat, kita tidak boleh membebankan pelaksanaan pembangunan hanya kepada pemerintah. Dalam kontek ini pemuda harus memerankan diri sebagai motivator (pendorong) kepada semua elemen masyarakat untuk mau bersama-sama bahu-membahu melaksanakan dan mensukseskan pembangunan.
Empat, Pemuda sebagai Inovator Pembangunan
Dalam kajian psikologi pemuda mempunyai karakteristik selalu berpikir rasional dan ideal. Karena karakteristik itulah, pembaharuan-pembaharuan sering muncul dari pemuda. Karakteristik yang akhirnya melahirkan semangat inovasi harus juga merambah ke sektor pelaksanaan pembangunan. Pemuda dengan jiwa yang tidak pernah puas terhadap satu keberhasilan akan selalu mencari keberhasilan kedua, ketiga dan seterusnya. Pemuda dengan jiwa inovasinya tidak akan merasa puas dan berdiam diri dengan suatu system yang telah mencapai angka keberhasilan 100% tetapi akan selalu berimprovisasi mencari sebuah system yang bisa menghantarkan keberhasilan ke angka 1000%.
Lima, Pemuda sebagai Evaluator Pembangunan
Derap langkah proses pembangunan yang dilakukan semua pihak tentu tidak boleh lepas dari kontrol kaum intelektual muda (pemuda) yang secara kapabilitas mereka lebih mengetahui indikator-indikator penyimpangan, penyelewengan, kegagalan, dan manipulasi lainnya dalam kegiatan pembangunan. Bentuk kontrol sebagai bagian dari wujud evaluasi hendaknya dilakukan secara efektif, efisien dan tidak berdampak negatif terhadap laju pembangunan. Audensi, Dengar Pendapat, dan Dialog merupakan alternatif yang bisa dipilih pemuda dalam menyampaikan hasil evaluasi pembangunan.
Ke-lima peran pemuda tersebut akan berhasil guna dan berdaya guna dalam proses pembangunan ketika ada komitmen dan konsistensi pemudauntuk senantiasa melakukan perubahan dan perbaikan demi kesejahteraan masyarakat, tidak terjebak pada ranah pragmatisme yang mengungkung idealisme dan rasionalisme, tidak mengedepankan kepentingan pribadi atau kelompok, tidak juga menjadi alat politik dari sebuah kelompok. Hal ini perlu dipertegas mengingat praktek-praktek in-idealisme, dan in-konsistensi semakin sering muncul kepermukaan.
Pemuda dengan kapasitas dan kapabilitas yang tidak diragukan lagi, sudah mampu masuk elemen-elemen pelaksana pembangunan, ada yang menjadi bagian dari pemerintah (eksekutif), pengusaha (kontraktor), lembaga swadaya masyarakat, dewan perwakilan rakyat (legislatif), aparatur penegak hukum (yudikatif) dan lain-lain. Dalam kontek perubahan dan perbaikan hendaknya semua elemen pelaksana pembangunan yang didalamnya ada pemuda duduk bersama melakukan kajian strategis perencanaan, pelaksanaan, dan kontroling/evaluasi pembangunan dengan  senantiasa membingkai diri dengan nilai-nilai agama; jujur, adil, bersih, berpihak kepada kesejahteraan masyarakat, dan professional.
Apabila pemuda sudah mampu memainkan peran dalam pembangunan dengan baik, dan derap  langkah memainkan peran tersebut didasari ilmu serta dikerangka-i nilai-nilai agama, maka menjadi harapan besar proses pembangunan akan berhasil mensejahterakan rakyat.

Komentar

Popular Posts

Game Arcade (Subway Surfer)

Permainan Arkade(Game Arcade) adalah game yang mengandalkan ketangkasan pemain dalam memegang kontrol. Kontrol untuk game arcade tergolong mudah dan tingkat kesulitan juga naik secara bertahap dan genre permainan ini sudah banyak dalam game-game yang ada saat ini. contohnya game Subway Surfer

Matematika Informatika : Relasi Rekursi

Web E-Commerce

Tugas softskill web e-commerce ke-3 Pada tugas ke 3 ini akan dibahas lebih lanjut mengenai web e-commerce kelompok kami yaitu DOTA(DOugnut TAste). Ya pada tugas ke-3 ini akan di bahas mengenai sub sub menu order dan buy pada web kami. pada sub menu order terdapat beberapa paket pembelian.